Menutup 2025

Sampai di titik ini, aku tidak bisa mengurai arti seseorang yang hadir. Terlalu sibuk bersama dengan uji hidup, mereka yang datang dan pergi tak dapat kutandai rasanya. Lalu ada perasaan yang menghampiri dan menetap difikiranku, rasa aneh yang mungkin dulu pernah aku ketahui tapi saat ini seperti asing. 

 

Ia datang di tengah kekosongan hati yang tidak terisi lama. Rasanya dimabuk-kepayang. Namun sekejap tersadar akan tanggung jawab yang sudah terpatri sampai ke langit. Dengan tamaknya aku inginkan semua tergenggam. Jawabannya tidak bisa.

 

Jika memang ini menjadi dosaku, aku terima Tuhan. Seribu sujud mungkin tidak cukup untuk mendapat ampunanMu, namun setidaknya apapun rasa yang hadir di skenario diriku aku syukuri dan dengan amat tersiksa aku akan melepas rasa itu dan menjalani hidup seperti 4 tahun belakangan ini.

 

Sampai mungkin nanti ada kehendak yang lain atau apapun itu, aku tidak ingin mendahuluiMu. Maafkan aku hukum aku jangan limpahkan salah ini pada siapapun selainku.

 

Dimanapun kau berada, sehat dan semoga kau bisa menjadi versi dirimu yang lebih baik seperti ayahmu. 

No comments:

Powered by Blogger.